Senin, 15 Juni 2015

Kesalahan Paling Umum Saat Wawancara Kerja

Kesalahan Paling Umum Saat Wawancara Kerja

Mendapatkan panggilan untuk wawancara kerja merupakan suatu hal yang sangat ditunggu dan dinantikan oleh para pelamar kerja. Pelamar kerja akan sangat bersemangat untuk menghadapi wawancara kerja, dan ini tentu merupakan hal yang wajar.
Dalam beberapa hal yang perlu dan harus selalu diingat saat menghadapi wawancara kerja. Ketika menghadapi wawancara kerja hendaknya perlu berhati-hati karena tidak sedikit orang cenderung melakukan kesalahan saat wawancara kerja.
1.      Menjawab dan Menjelaskan Pertanyaan Secara Klise
Salah satu kesalahan yang dilakukan saat wawancara kerja atau interview, yaitu menjelaskan atau menjawab pertanyaan yang diberikan dengan klise. Misalnya Anda mengatakan bahwa "Ini pekerjaan impian saya". Sebaiknya yang harus dilakukan adalah menjelaskan seberapa besar Anda berguna bagi perusahaan yang dilamar.
1. Menjelek-jelekkan Atasan Lama
Meskipun atasan lama Anda sosok orang yang kejam atau galak, namun alangkah baiknya jika Anda tidak menjelek-jelekkan atasan lama kepada si pewawancara. Karena jika mengatakannya, Anda akan dinilai tidak respek pada atasan, termasuk pada atasan baru Anda nantinya.
2. Meminta Jatah Cuti
Setiap pekerja memang memili hak untuk mendapatkan cuti, namun jangan bicarakan di awal wawancara. Meminta jatah cuti agar bisa berlibur saat baru diwawancara kerja bukanlah ide yang baik. Sebab, pewawancara ingin mendengar sebesar apa kontribusi yang akan Anda berikan pada perusahaan saat diterima nantinya.
3. Minum Disaat Wawancara
Saat sedang diwawancara, jangan pernah Anda minum sesuatu meskipun Anda sedang sangat haus. Jika memang minuman telah disediakan oleh kantor tersebut, sebaiknya Anda meminumnya saat wawancara kerja selesai. Hindari juga minuman berkafein sebelum wawancara, selain menciptakan bau mulut, kafein juga dapat merusak konsentrasi saat wawancara dan membuat Anda cepat haus.
4. Berdandan Sangat Seksi
Berdandan terlalu berlebihan akan membuat Anda dinilai lebih mementingkan penampilan ketimbang otak. Sebaiknya Anda berbusana yang rapi dan sopan. Hindari memakai baju yang transparan atau atasan berbelahan dada rendah. Sebanyak 95 persen perekrut kerja mengaku, berpakaian terlalu seksi dapat membuat si pelamar kerja dicoret dari daftar kandidat pekerja.
6. Membicarakan Gaji
Namun jangan pernah menanyakan soal gaji jika mereka tidak memulainya, termasuk juga untuk negosiasi gaji. Karena hal tersebut terbilang sensitif. Semua pewawancara tahu bahwa orang cenderung pindah kerja untuk mencari penghasilan yang lebih baik. Jadi sebaiknya diungkapkan pada waktunya nanti.
7. Terlalu Santai
Memiliki chemistry dengan calon atasan memang sangat penting dalam sebuah wawancara atau interview, namun bukan berarti Anda juga bebas berbicara seenaknya dengan mereka. Sebanyak 83 persen perekrut kerja mengungkapkan, jika Anda menganggap seorang pewawancara kerja seperti sebagai teman, Anda akan dianggap tidak sopan.
8. Berpakaian Tidak Rapi
Meskipun kantor yang akan Anda datangi memiliki aturan yang sangat longgar dalam berbusana, bukan berarti Anda bebas menggunakan jeans dan kaus saat interview. Gunakan saja celana panjang hitam dengan blouse yang rapi. Karena sebanyak 95 persen perekrut kerja mengharapkan si pelamar kerja datang dengan pakaian formal saat wawancara atau interview.
9. Tidak Mematikan Ponsel
Ponsel berdering saat sedang melakukan wawancara kerja hanya dapat mengganggu dan membuat peluang Anda untuk mendapatkan pekerjaan hilang. Selain tidak sopan, Anda juga akan dianggap tidak serius. Sebanyak 91% perekrut kerja mengatakan mereka akan segera mencoret Anda dari daftar salah satu kandidat pekerja jika melakukan hal itu.
10. Datang Terlambat
Tak peduli apapun alasannya, 91% perekrut kerja mengatakan bahwa mereka yang datang terlambat saat interview akan langsung ditolak. Bukan saja dianggap sebagai orang yang tidak disiplin, Anda juga akan dinilai sebagai orang yang tidak peduli dengan pekerjaan yang akan diterima dan tidak menghargai waktu.

Pada umumnya kejadian tersebut dapat dihindari saat wawancara kerja berlangsung, agar dapat berjalan lancar dan mendapatkan pertimbangan untuk berhasil dalam wawancara kerja.

Referensi:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar